Senin, 18 Maret 2013

PACARAN MENURUT KRISTEN

BAB 1 :  PENDAHULUAN
 
 1.1              LATAR BELAKANG
Apa itu pacaran ???  sebagian dari kita mungkin sudah pernah merasakan indahnya pacaran dan mungkin juga sebagian dari kita ada yang belum pernah merasakan pacaran atau mungkin ada yang menganggap pacaran itu membawa dampak buruk dan dampak baik . Secara garis besar pacaran itu adalah hubungan antara masing-masing pihak dengan orang-orang lainnya. Hubungan khusus yang dimaksud disini adalah hubungan yang akan ditingkatkan menjadi perkawinan yang memiliki asas hukum dan asas teologis .
1.2              RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pacaran di era perekembangan IT ( Ilmu dan Teknologi ) sangatlah cepat dan harus di awasi oleh berbagai lembaga, entah itu lembaga pendidikan atau lembaga terkecil dalam hal ini keluarga. Keluarga sangatlah pentig dalam pembentukkan kepribadian sehingga seorang anak remaja dapat memahami arti pacaran dengan baik . Pacaran seringkali terjadi di dalam pergaulan anak remaja kristen.
1.3              MANFAAT DAN TUJUAN PEMBAHASAN
Manfaat dari membahas topic ini adalah untuk menerangkan bahwa pacaran dapat membuat kita untuk belajar bagaimana menghargai   orang lain dan membina persahabatan yang baik dan benar . Bahan untuk menganalisis lebih baik lagi PACARAN sebagai   hubungan iman Kristen dan dasar untuk membina hubungan yang Pembatasan masalah yang telah kami buat dalam makalah ini adalah sebagai baik dengan lawan jenis,  oleh karena itu kami membuat pembatasan masalah ini agar yang membaca makalah ini dapat di mengerti.
1.4              METODE  PENELITIAN
Metode penelitian yang kami ambil sebagai bahan penelitian adalah dasar pacaran Kristen sebagai ikatan kasih yang dapat menyatakan Janji Allah bagi kita di dunia.
 
BAB 2 : PEMBAHASAN MASALAH
 
1.PACARAN
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) bekasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan sendiri menuruk kamus  tersebut adalah berjanji untuk saling bertemu disuatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.
Pacaran adalah hubungan antara lawan jenis yang secara khusus membedakannya dengan hubungan yang terjalin antara masing masing pihak dengan orang orang lainnya.
Sangatlah wajar bila pada usia ini, remaja mulai memiliki ketertarikan secara khusus dengan teman lawan jenis. Secara fisik terjadi perkembangan kemampuan organ organ reproduksi dan bersama dengan pertumbuhan aspek emosi serta sosial, ini mendorong seseorang untuk memperhatikan dan ingin diperhatikan lawan jenis, membayangkan bersama dengan lawan jenis, ingin bercanda dan mengenalnya lebih dekat dan lebih dalam , mengalami jatuh cintah kepadanya, dan seterusnya. Ini semua mudah membuat Anda merasa panas dingin, serta canggung, serba salah, dan berbagai rasa tidak nyaman lainnya.
Kesalahan pertama dalam membina  hubungan dengan lawan jenis adalah ketika kita berpura-pura menyukai apapun  yang ia kerjakan supaya ia tahu bahwa  kita senang bersamanya. Padahal, tidaklah mudah untuk melakukan kepura-puraan seperti ini karena hal itu berarti kita tidak  jujur pada diri sendiri.
Berikut beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan:
a.       Cinta
1.      Cinta adalah hubungan antara lawan jenis yang menyiapkan diri menjadi pasangan.
2.      Cinta adalah anugerah Tuhan dan kasih adalah ajaran utama Tuhan Yesus Kristus.
3.      Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit.
Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
1.      Perasaan terhadap keluarga
2.      Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
3.      Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
4.      Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
5.      Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6.      Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
7.      Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
8.      Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
9.      Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:
1.      Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros
2.      Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia
3.      Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape
4.      Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu: Perasaan, Pengenalan, Tanggung jawab, Perhatian, Saling menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. Sementara tanggungjawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan dll pada sikap otoriter.
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
1.      Kasih sayang: menghargai orang lain.
2.      Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
3.      Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
4.      Komitmen: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
5.      Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
6.      Kekerabatan: ikatan keluarga.
7.      Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
8.      Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
9.      Kepentingan pribadi: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
10.  Pelayanan: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
11.  Homoseks: Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).
Cinta adalah hubungna antara lawan jenis yang akan menyiapkan diri menjadi pasangan adalah hubungan yang saling member danmenerima, saling merhagai satu dengan yang lainnya. Cinta membuat orang tidak memaksakan kehendaknya terhadaporang yang dicintainya. Cinta merupakan suatu keputusan yang matang, bersifat abadi, artinya keduanya harus saling setia baik dalam suka maupun duka. Karena perkawinan Kristen berlangsung sekali sampai maut yang memisahkan kedua belah pihak, maka keberadaan cinta harus dipastikan di antara keduanya. Sebagai remaja, Anda perlu mengkaji bahwa cinta dan perkawinan bukan sekedar hubungan seks untuk mendapatkan kenikmatan, tetapi lebih dari itu, yaitu hubungan cinta kasih yang berlangsung sepanjang hidup. Hal ini perlu ditegaskan karena banyak remaja terjerumus pada hubungan seksual sebelum pernikahan sebagai bukti bahwa sebagai pasangan mereka saling mengasihi. Padahal, hal ini tidak tepat bahkan merupakan dosa (Matiud 5:28)
Cinta adalah anugerah Tuhan  dan kasih adalah ajaran utama Tuhan Yesus Kristus. Bahkan Tuhan sendiri adalah kasih,”  Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah  juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalamk kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-KU dan tinggal di dalam kasih-Nya”(Yoh. 15:9-10).
Jika mencintai orang lain, kita akan senag bergaul dengan mereka. Apa yang terjadi pada mereka penting bagi kita, dan kehidupan mereka terikat pada kita. Kalau kita mencintai seseorang kita tentu merasa senang terhadap dan dekat dengannya. Bukan hanya itu, perasaan mencintai menciptakan perasaan khusus dalam lubuk hati kita. Kadang kadang kita dapat memilih orang yang kita cintai seperti suami, istri, saudara, pacar, dan teman atau siapa pun dia. Perasaan cinta dapat dialami secara mendalam dan mempengaruhi hidup kita. Apa yang disebut “ jatuh cinta” menggambarkan apa yang dialami seseorang ketika sedang dikuasai emosi yang hebat.
Sebenarnya pada cinta antarlawan jenis itu ada dua kategori, yaitu ketegori emosi dan  kategori rasio. Dengan kata lain, cinta itu bias bersifat emosional dan bias pula bersifat rasional.
1.      Cinta emosional
Cinta emosional adalah cinta yang amat misterius; ia datang dan pergi bagai angin. Kita tidak bisa memastikannya.ciri ciri emusional adalah perasaan yang amat kuat atau intens, yang diarahkan kepada lawan jenis.
2.      Cinta rasional
Cinta rasional didominasi oleh akal atau rasio. Cinta rasional ini biasanya terwujud dalam tindakan yang disadari sepenuhnya, bukan hanya berdasarkan perasaan.
Ada beragam jenis cinta
1.      Agape : cinta tanpa pamrih yang berasal dari Tuhan kepada manusia.
2.      Storge : cinta karena hubungan darah.
3.      Filia : cinta persahabatan ( teman)
4.      Eros : cinta berahi(seks)
Berikut adalah beberapa ciri ciri orang jatuh cinta.
1.      Bila  bertemu akan merasa gembira dan ingin selalu berada dekat dengannya (perasaan canggung, bahagia, hatinya berdebar debar,berbbicara tersendat sendat) tetapi jika berada di tempat yang berbeda dan jauh, selalu memikirkannya, membeyangkan penampilannya, sering tersenyum sendiri, ada perasaan rindu. Dan sebagainya.
2.      Tidak tertarik pada orang lain, hanya dia, artinya menyukai sebagai seorang pribadi, mengasihinya apa adanya, rela berkorban untuknya, dan sebagainya.
3.      Mengalami  perasaan aneh, sulit digambarkan, tetapi membuat yang bersangkutan merasa bersemangat, antusias,mendorong untuk merencanakan hal hal indah bersama orang yang dicintai.
b.      Seks
Seks adalah anugerah dari Tuhan. Allah menciptakan manusia, laki laki dan perempuan baik adanya. Tujuannya adalah untuk bersatudan dapat memuliakan Tuhan secara bersama sama pula. Daya ikat yang mempersatukan pria dan wanita bukanlah kecantikan atau ketampangan belaka, melainkan rasa kagum dan rasa tertarik yang kita namakan cinta. Dengan demikian seks bukanlah suatu syarat untuk seorang laki laki mendekati seorang perempuan, demikian juga sebaliknya.
Karena seks itu “ baik sekali” di mata Tuhan dan merupakan sesuatu yang murni dan suci, seks dalam arti persetubuhan hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah menikah, yaituyang telah diikat atau dipersatikan oleh Tuhan. Seks menjadi alat pengukapan kasih sayang secara khusus terhadap pasangan yang telah  meminta Tuhan hadir doi tengah tengah mereka. Maka hubungan jasamani yang intim itu merupakan tanda bahwa hati mereka sudah menjadi satu tak terceraikan.
Untuk membina sikap kemurnian kristiani, kita perlu menyadari beberapa hal.
1.      Mengetahui dengan jelas fakta tentang seksualitas.
2.      Menerima seksualitas kita sendiri sebagai pemverian Allah yang sangat baik.
3.      Menghormati seksualitas sebagai suatu kemampuan untuk mengungkapkan cinta dan hati secara jujur dan baik.
4.      Membina kebajikan kemurnian sebagai usaha yang terus menerus sepanjang hidup, yang menurut sikap terbuka dan kesabaran.
5.      Meminta dan menggunakan rahmat Allah untuk menyehatkan kembali luka luka akibat tindakan dan kebiasaan yang salah.
6.      Mengintegrasikan seksualitas ke dalam proses pendewasaan pribadi, yang setiap saat menuntut pengorbanan dan disiplin yang kuat.
c.       Kencan atau berpacaran
Setelah memahami arti cinta dan memisahkan  dari seks, mari kita lihat alasan untuk berkencan atau berpacaran.
a.       Mengenal sifat, kebiasaan dan corak kepribadian satu dengan yang lain. Hal itu diperlukan agar kita menyadari dan memahami kelebihan dan kelemahan yang ada pada pasangan masing masing sebelum saling menerima.
b.      Belajar bagaimana berhubungandengan baik, belajar mengembangkan kemampuan berkomonikasi.
c.       Melatih diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai pasangandan mencari tahu tentang apa yang Tuhan dari hubungan itu.
d.      Belajar untuk membuka hati, berbagi perasaan dengan perasaan dengan pasangannya sebagai latihan menghadapai permasalahan cecara bersama sama.
e.       Untuk mencintai dan dicintai dengan belajar untuk saling member dan menerima.
f.       Untuk menikmati masa masa yang indah bersama orang yang dikasihinya.
       Apa Kata Alkitab mengenai hubungan kencan/pacaran
         Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan, persahabatan, pengembangan kepribadian dan memilih kawan, bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Jangan biarkan lingkungan pergaulan memaksa kamu memasuki situasi kencan yang kurang pantas. Ketahuilah bahwa lebih dari 50% remaja putri dan lebih dari 40% remaja putra tidak pernah berkencan pada masa-masa SMA. Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran.
  1. Jagalah hatimu.
    Alkitab mengatakan kepada kita untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita , karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ( Amsal 4:23 )
  1. Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul.
    Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran.
"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." ( 1 Korintus 15:33)
  1. Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen.
    Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya.
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? " ( 2 Korintus 6:14 ).
  1. Apakah itu cinta yang sesungguhnya?
    1 Korintus 13:4-7 mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya. Tanyalah hatimu pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah kalian sabar satu sama lain?
Apakan kalian baik terhadap satu sama lain?
Apakah kalian saling cemburuan?
Apakah kalian suka menyombongkan baik diri sendiri maupun sang pasangan?
Apakah ada kerendah-hatian dalam hubungan kalian?
Apa kalian kasar memperlakukan satu sama lain?
Apa kalian saling mementingkan diri sendiri?
Apa kalian mudah marah terhadap satu sama lain?
Apa kalian suka mengingat-ingat kesalahan sang pasangan di masa lalu?
Jujurkah kalian satu sama lain?
Apakah kalian saling melindungi?
Apakah kalian saling mempercayai?
Kalau jawabanmu “Ya” untuk semua pertanyaan diatas, artinya 1 Korintus 13 seperti Firman Tuhan berkata, kalian sungguh saling mengasihi satu sama lain. Kalau ada jawabanmu yang “Tidak” atas pertanyaan-pertanyaan di atas, artinya mungkin kalian harus mendiskusikan hal-hal di atas dengan pacarmu.
Seberapa jauhkah terlalu jauh?
Banyak pelajar-pelajar menanyakan, "Seberapa jauh yang kita boleh lakukan dalam berpacaran/berkencan?" Beberapa prinsip yang akan menolongmu untuk memutuskan apa yang pantas dan yang tidak dalam berpacaran/berkencan:
  1. Apakah situasi yang kuciptakan mengundang dosa seksual atau menghindarinya?
    1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita.
  2. Bagaimanakah reputasi sang kekasih/pacar?
    Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, "Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau." Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya. Ingatlah 1 Korintus 15:33 , "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik."
  3. Apakah ada pengaruh obat-obatan atau alkohol?
    Jangan merubah pandanganmu hanya untuk pacarmu.
  4. Apa aku tertarik dengan tipe orang yg salah?
    Yakinkan bahwa pesan yang kamu sampaikan dengan perbuatanmu tidak membuat orang lain merubah pandanganmu.
  5. Sadarkah aku kalau dosa itu terbit dari hati?
    Matius 5:28 berkata, "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya"
  6. Apakah tempat berkencanmu tepat dan pantas?
    Tujuan yang baik kadang terlupakan oleh godaan dan kesempatan yang terlalu besar.
  7. Apakah aku melakukan sesuatu yang merangsang secara seksual?
    Jangan melakukan kontak yang merangsang seksual seperti 'petting'.
Kalau sudah terlanjur jauh, mengapa memutuskan untuk berhenti?
  1. Tuhan itu pengampun.
    1 Yohanes 1:9 berkata bahwa Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Kamu dapat mulai sesuatu yang baru dengan Tuhan kapanpun.
  2. Tuhan itu kudus.
    FirmanNya berkata bahwa dosa sex itu salah, dan Dia tahu segala yang terbaik.
  3. Tuhan itu penuh kasih.
      Tuhan tau bahwa hubungan yang terlalu jauh sebelum pernikahan cenderung memisahkan sebuah pasangan dan mengakibatkan pernikahan yang kurang bahagia. Ia tahu bahwa banyak pria tidak mau menikahi wanita yang pernah berhubungan terlalu intim dengan pria lain
BAB 3 : PENUTUP
 
3.1  KESIMPULAN
Kesimpulan  yang kami ambil dari  materi pembelajaran ini adalah kita sebagai orang yang di ciptakan oleh Allah harus selalu melakukan sesuatu dengan keputusan kita sendiri,dan di dalam makalah ini kami mengambil judul tentang DEMOKRASI MENURUT IMAN KRISTEN itu artinya kita mau melakukan sesuatu harus selalu di landasi dengan iman,iman adalah suatu Doa yang sempurna kepada Allah.Jangan hanya pada pemerintahan Duniawi barulah kita bekerja tetapi,untuk Pemerintahan Allah tidak pernah kita melaksanakannya.
3.2 SARAN
Saran yang kami ambil untuk makalah kami adalah kita harus berdemokrasi yang di landasi dengan iman kita kepada Tuhan Yesus dengan begitu segala sesuatu akan di mudah oleh-Nya.
Seperti yang di katakana dalam alkitab HARI INI KITA MENANAM BESOK KITA AKAN MENUAI SESUAI APA YANG KITA LAKUKAN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar